“Kalau NU giat dalam Bathsul Masail yang membahas persoalan-persoalankeagamaan dan kemasyarakatan, maka kader-kader NU baik Ansor, PMII maupun IPNU-IPPNU kurang” ungkapnya. Kader Muda NU, menurut Mahsun, hendaknya meneruskan cita-cita luhur rapa ulama dan kyai. Secara organisasi, kegiatan kajian Islam harus terus digalakkan agar tidak termakan oleh modernisme zaman yang kian mengkhawatirkan.
“ Generasi Muda NU harus mampu memecahkan persoalan di tingkat anak muda. Karena zaman terus berkembang, maka persoalan juga bertambah. Nah, kader NU harus mampu menjawab itu” Imbuhnya. Setelah sambutan, Mauidlotul Chasanah diisi oleh KH.R. Mahfudz Chamid (Gus Afud) dari Maron, Loano. Beliau berpesan agar kegiatan keagamaan untuk pemuda di tingkat kecamatan lebih ditingkatkan.
“Kita perlahan ajak para pemuda untuk sedikit demi sedikit menjalankan perintah agama. Oleh karena di Ansor khususnya terdiri dari berbagai macam latar belakang, maka pengurus harus sabar dan niat ikhlas berjuang.” Ungkapnya. Hadir dalam kesempatan tersebut beberapa tokon NU Butuh seperti KH Machin Sadzali, KH Achsani Taqwim, KH. Muhammad Subhan beserta para ibu nyai.
Turut hadir pula dari GP Ansor mendampingi Gus Afud yaitu Fahrurrozi SH, Faishol SE dan Khairul Imam SHI Msi yang juga melantik dalam kesempatan tersebut. Rombongan dari PC IPNU yang dipimpin Ahmad Naufa juga nampak hadir untuk menghormati sekaligus koordinasi pembentukan PAC IPNU-IPPNU Butuh.